SIMAK

Gagasan, ide, opini, refleksi, resensi-tinjauan, dan sharing dari Postinus Gulö

  • ..



    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget


    widget

  • Blog Stats

    • 25,227 hits
  • Memaafkan…

    Gimana jika seseorang tidak sadar bahwa ia berbuat salah, sering nyakitin kita? Apakah kita tetap menuntut dia untuk minta maaf? Atau gimana caranya agar terjadi rekonsiliasi? Kayaknya susah memang jika demikian kondisinya. Tapi, seorang teolog, Robert Schreiter mengusulkan: seharusnya kita jangan menunggu pihak yang bersalah meminta maaf. Dan, tidak perlu kita menuntut orang lain minta maaf kalau ia tidak mau minta maaf. Mulailah memaafkan yang lain. Hai, korban, mulailah memaafkan yang lain. Imbuhnya. Saya rasa nasehat beliau ini sangat bijak. Nasehat beliau adalah ungkapan spiritual yang paling dalam. Selama ini, yang terjadi adalah kita sulit memaafkan orang-orang yang telah menyakiti kita. Maka, masalah semakin keruh, situasi semakin mengganas, dan ujung-ujungnya kita "memakan" orang lain. Tidak susah memaafkan jika kita rendah hati. Anda setuju? Manakala Anda mengingat orang yang menyakiti Anda, saat itu Anda dipanggil untuk memaafkannya. Maka, semakin sering Anda mengingat orang yang Anda benci, sesering itu pulalah Anda dipanggil untuk memaafkan.

  • Orang lain adalah neraka?

    "Orang lain adalah neraka" adalah ungkapan pesimisme Sartre, seorang filsuf eksistensialisme yang mencoba menggugat realitas. Tapi, setuju atau tidak, saya mengira jangan-jangan kita yang justru menjadi neraka bagi orang lain. Fenomena dewasa ini cukup melukiskan bahwa manusia telah menjadi penjara, ancaman, bahkan neraka bagi orang lain. Dengarlah radio pasti setiap hari ada yang terbunuh di moncong senjata, belum lagi yang dibunuh melalui aborsi. Coba Anda bayangkan, berapa ribu orang dalam sekejab menjadi mayat. Lantas, kita bertanya, mengapa terjadi semuanya itu. Apa sih yang dimaui manusia itu?
  • Kategori Tulisan

  • Arsip

  • Sahabat Anda Postinus Gulö

  • Halaman

  • Kalender

    November 2007
    S S R K J S M
        Des »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • .

Gejolak Kebencian, Panggilan Memaafkan

Ditulis oleh postinus di/pada November 28, 2007

Pernah aku ditanya teman: siapa yang paling Anda cintai? saya jawab: si dia….teman itu langsung protes: bukan, diri Anda sendiri! Anda itu sering kesal, marah, ngomel, terluka, tetapi Anda tetap mencintai hidup Anda, bukan? Coba, ketika Anda melihat foto-foto kenangan Anda bersama teman-teman Anda, pastilah foto yang pertama Anda cari adalah foto Anda, bukan?

Sering saya berpikir, hidupku tak berarti, sering dilecehkan sama orang lain, sering dilukai. Tetapi saya sadar, pikiran itu justru membendung langkahku untuk melihat orang lain, berpikir tentang orang lain. Pikiran-pikiran itu justru menyekat mataku melihat orang lain, orang lain seolah musuh dan serigala yang mengancamku.

Saya sampai pada refleksi: ketika saya terus teringat akan perbuatan orang lain, ketika saya terus mengingat bahwa orang lain pernah menyakitiku, sebenarnya saya pada saat itu, sedang dipanggil Allah untuk mengampuni. Dengan kata lain, rasa benci adalah mandor yang mengingatkanku untuk mengampuni sesamaku.

Mengapa aku terluka? Ya, karena aku masih manusia, punya hati, punya persaan. Luka itu jangan sampai menimbulkan virus dalam hidupku, aku mesti mengobatinya dengan mengampuni orang yang melukaiku.

Sebenarnya, disaat aku terluka, saat itu juga aku tidak terluka. Disaat aku marah, pada saat itulah aku dipanggil untuk tidak marah tapi mengampuni. Hanyalah keterbukaan pada suara hati dan cinta Allah saya mampu merefleksikan ini. Semoga, aku memaknai hidupku lebih dari sekedar menghidupi hidupku. Amin.

Bandung, 28 November 2007

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>