SIMAK

Gagasan, ide, opini, refleksi, resensi-tinjauan, dan sharing dari Postinus Gulö

  • Hargailah Hak Cipta Orang Lain!

    Para pembaca terhormat, Anda boleh mengutip tulisan-tulisan yang saya muat dalam blog ini. Akan tetapi, marilah menghargai hak cipta saya sebagai penulis artikel. Saya cari-cari melalui mesin pencarian google, ternyata sudah banyak para pembaca yang memindahkan tulisan-tulisan dalam blog ini, atau tulisan-tulisan yang saya publikasikan di situs lainnya dikutip begitu saja tanpa meminta izin dan tanpa mencantumkan nama saya sebagai penulis artikel. Semoga melalui pemberitahuan ini tindakan pengutipan artikel yang tidak sesuai aturan akademis, tidak lagi diulangi. Terima kasih. Ya'ahowu!
  • ..



    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget


    widget

  • Image

  • Blog Stats

    • 86,844 hits
  • Janganlah……………

    Penginjil Lukas berusaha mewartakan Yesus yang memperhatikan orang-orang lemah dan berdosa. Dalam perikop Lukas 18: 9-14 jelas tampak ciri khas pewartaan Lukas itu. Orang Farisi adalah orang yang taat hukum. Tetapi mereka suka merendahkan orang lain. Terutama pendosa. Kaum Farisi cenderung mengungkit-ungkit kesalahan orang lain. Mereka suka menyombongkan diri. Orang Farisi suka mempermalukan orang berdosa. Merasa diri lebih baik dan lebih benar. Kerendahan hati tiada dalam hati mereka. Celakanya, ketika berdoa di hadapan Allah yang tahu apapun yang kita perbuat, orang Farisi justru bukan berdoa tetapi membeberkan bahwa ia tidak seperti pemungut cukai, pendosa itu. Orang Farisi bukan membawa orang berdosa kembali pada Allah. Bayangkan saja. Pemungut cukai itu tenggelam dalam dosanya. Mestinya,orang Farisi mendoakan dia agar ia kembali kepada Allah. Agar ia bertobat. Rupanya ini tidak muncul. Orang Farisi berlaga sebagai hakim, yang suka memvonis orang lain. Sikap kaum Farisi ini, tidak dibenarkan oleh Yesus.

    Sebaliknya Yesus membenarkan sikap pemungut cukai. Pemungut cukai dalam doanya menunjukkan dirinya tidak pantas di hadapan Allah. Pemungut cukai sadar bahwa banyak kesalahannya. Pemungut cukai mau bertobat, kembali ke jalan benar. Ia tidak cenderung melihat kelemahan orang lain. Ia tidak memposisikan diri sebagai hakim atas orang lain. Ia sungguh menjalin komunikasi yang baik dengan Allah. Pemungut cukai memiliki kerendahan hati. Ia orang berdosa yang bertobat!

    Karakter Farisi dan pemungut cukai ini bisa jadi gambaran sifar-sifat kita sebagai manusia. Kita kadang menggosipkan orang lain. Suka membicarakan kelemahan orang lain. Tetapi kita tidak berusaha agar orang lain kembali ke jalan benar. Kita bahagia melihat orang lain berdosa. Kita membiarkan orang lain berdosa. Kita bangga tidak seperti orang lain yang suka melakukan dosa. Kita sering meremehkan orang-orang yang kita anggap pendosa tanpa berusaha mendoakan mereka. Tugas kita bukan itu. Tugas kita adalah membawa orang lain kembali pada Allah.

    Marilah kita belajar dari pemungut cukai. Ia sadar sebagai pendosa. Dalam doanya, pemungut cukai meminta belaskasihan dan bukan mengadukan orang lain kepada Allah. Pemungut cukai itu telah menemukan jalan pertobatan. Teman-teman, marilah hadir di hadapan Allah dengan rendah hati. Jangan cenderung melihat kelemahan orang lain. Jika Anda ingin orang lain benar dan menjadi lebih baik, doakanlah mereka agar Allah menuntunya ke jalan pertobatan. ***

  • Orang lain adalah neraka?

    "Orang lain adalah neraka" adalah ungkapan pesimisme Sartre, seorang filsuf eksistensialisme yang mencoba menggugat realitas. Tapi, setuju atau tidak, saya mengira jangan-jangan kita yang justru menjadi neraka bagi orang lain. Fenomena dewasa ini cukup melukiskan bahwa manusia telah menjadi penjara, ancaman, bahkan neraka bagi orang lain. Dengarlah radio pasti setiap hari ada yang terbunuh di moncong senjata, belum lagi yang dibunuh melalui aborsi. Coba Anda bayangkan, berapa ribu orang dalam sekejab menjadi mayat. Lantas, kita bertanya, mengapa terjadi semuanya itu. Apa sih yang dimaui manusia itu?
  • Memaafkan…

    Gimana jika seseorang tidak sadar bahwa ia berbuat salah, sering nyakitin kita? Apakah kita tetap menuntut dia untuk minta maaf? Atau gimana caranya agar terjadi rekonsiliasi? Kayaknya susah memang jika demikian kondisinya. Tapi, seorang teolog, Robert Schreiter mengusulkan: seharusnya kita jangan menunggu pihak yang bersalah meminta maaf. Dan, tidak perlu kita menuntut orang lain minta maaf kalau ia tidak mau minta maaf. Mulailah memaafkan yang lain. Hai, korban, mulailah memaafkan yang lain. Imbuhnya. Saya rasa nasehat beliau ini sangat bijak. Nasehat beliau adalah ungkapan spiritual yang paling dalam. Selama ini, yang terjadi adalah kita sulit memaafkan orang-orang yang telah menyakiti kita. Maka, masalah semakin keruh, situasi semakin mengganas, dan ujung-ujungnya kita "memakan" orang lain. Tidak susah memaafkan jika kita rendah hati. Anda setuju? Manakala Anda mengingat orang yang menyakiti Anda, saat itu Anda dipanggil untuk memaafkannya. Maka, semakin sering Anda mengingat orang yang Anda benci, sesering itu pulalah Anda dipanggil untuk memaafkan.

  • Arsip

  • Kategori Tulisan

  • Sahabat Anda Postinus Gulö

  • Halaman

  • Kalender

    November 2007
    S S R K J S M
        Des »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  

Apa Itu Hidup?

Posted by postinus pada November 28, 2007


Saya sudah kepala dua, umurnya. Saat ini barulah saya bertanya: apa itu hidup? Bagaimana saya menghidupi hidupku? Mengapa saya hidup? Pertanyaan ini bukanlah pertanyaan retoris, melainkan pertanyaan reflektif yang menghantar saya ke kedalaman hidup. Ketika saya tahu dan sadar apa, bagaimana, dan mengapa saya hidup, saya semakin sadar: apa yang harus saya perbuat, bagaimana saya harus berbuat, dan mengapa saya berbuat sesuatu (misalnya, perhatian terhadap orang lain, menolong orang lain, mendoakan orang lain, etc). Hidupku adalah sebuah bangunan, yang mesti saya jaga, bersihkan, dan rawat

About these ads

36 Tanggapan to “Apa Itu Hidup?”

  1. doni said

    Hidup di dunia adalah bekal kita untuk kehidupan di akhirat. jgn terlena hidup di dunia karena hanya sementara serba sementara. miskin, kaya, senang, sengsara. itu semua serba sementara

  2. norman said

    yang saya pikirkan adalah bagai mana menyaring air yang jatuh dari atas kebawah dn merubah kebiasaan yang buruk
    karena sesekali saya berpikir saya harus berdiri i kaki sendiri
    dan sesekali sya melangkah saya selalu mendapatkat sandungan yang di akibatkan oleh perbuatan sy sendiri

  3. wahyuindrawan said

    jangan pernah bertanya apa itu hidup ,tetapi tanyalah untuk apa itu hidup.karna jikalu kau bertanya hari ini, kau sudah terlambat tetapi, jikalau kau bertanya tuk apa itu hidup ,maka kau akan mendapatkan jawabanya ………………………………………………………………(mencari ridho allah.)

  4. hidup tu paksaan…..
    klo km mau kaya,tp km mls b’krj,,mka paksa dri kmu wt bkrj,,,kl km mls b’ibdh paksa dri km tuk mjlnkn ibdhmu…
    hidup tu mang kya gtu prend….PAKSAAN…..

  5. q-mbal said

    hidup…..roh dmn kita berada di suata jasad yg berbentuk manusia…….dan bagaimana kita menjalankan jasad tersebut……entah itu kejalan kebaikan atau sebaliknya….

  6. bejoeee said

    kamu boleh idup,tpi jngan kamu pakai waktumu sia2 hidup memmang perlu ketabahan hati .jadi klo klo kamu dah menjalankan perkawinan kamu sudah lengkap dlm hidupmu dan pula di kasih keturunnan itulah hidup ok.

  7. arief said

    hdup bgi aq suatu prjalanan yg gk ada beda nya di antra smua nya”nmun terkadang manusia merasa hidup di dunia ini tuk slama nya shingga mereka berbondong2 tuk mencari harta dan menyimpan harta mereka masing2″dan mereka gk prnah sadar atas kwajiban nya sbgai hamba allah” dan allah sllalu mmberikan apa nya yg mereka inginka dan apa yg mereka idam2kan namun mereka telah mngabaikan smw larangan allah”bgi aq hdup adalh suatu coba’an belaka dan tantangan”

  8. kaiwansi said

    hidup ini adalh perjalan panjang menuju keinginan yang kita ingin kan, butuh waktu untuk itu tapi keyakinan kita bisa menjawabnya, dunia yang bisaa mebutakan hati manusia, harus kita lawan

  9. Hidup adalah sebuah perjalanan panjang
    Hidup adalah ujian dimana kita bisa mnyelesaikan segala permasalahan yang ada / tidak
    Meski kadang kita terjatuh tapi berusaha tuk bangkit kembali …

  10. Dear Netter,
    Trims banget komentar dan pendapat cerdas Anda. Tuhan memberkati kita semua. Marilah menghidupi hidup ini penuh makna.

  11. hera cayag seorang said

    hidup itu haya sebentar/titipan……

  12. zee said

    hidup itu cerita dimana terdapat semua kisah
    baik senang & sedih
    hidup itu seni yang penuh dengan warna warni
    yang jelas jangan sia2kan hdp untuk hal yg tak berguna
    syukuri apa yang telah qt dapatkan baik itu sesuatu yg jelek maupun yg baik…

  13. justin said

    hidup itu paksaan ……… (ihlas & tawakkal).

  14. anwar said

    H-I-D-U-P hanyalah waktu menunggu KEMATIAN,dan KEMATIAN adalah waktu menunggu KEBANKITAN,dan dengan CARA apakah ALLOH SWT akan membangkitkan kita dari KEMATIAAAAN?semua tergantung apa yg kita perbuat semasa kita hidup untuk menunggu KEMATIAN

  15. anwar said

    WAMAA HOLAKTUL JINNA WAL INSAA ILLA LIYA”BUDUUN……..dan tidaklah di ciptakan jin dan manusia kecuali untuk ibadah….,HIDUP ADALAH IBADAH

  16. galih raka sulung said

    HIDUP Hiasan dunia fana,,, kerja utk hidupkan raga kita,,,, ibadah utk hidupkan jiwa kita,,,,

  17. postinus said

    hidup bukan soal successful tapi soal meaningful. Hidup adalah pengorbanan. Hidup adalah perayaan. Hidup adalah cinta. Hidup adalah panggilan……………

  18. ANGELLO said

    Hidup adalah misteri,jalani hidup ini dengan penuh syukur kepada yang Kuasa,baik suka maupun duka

  19. Rudy said

    Hidup adalah perjalanan menuju akhirat yg harus dijalani dengan kesabaran dan rasa syukur !!!

  20. hidup adlah sebuah pejalanan atau kita bagai seorang musafir yang berjalan jauh
    dan apada saatx kita akn sampai pada tujuan trakhir yaitu akhirat itulah hidup yang sesungguhnya….
    sedangkang di dunia hanya sementara …..

  21. nugi said

    hidup adalah ujian
    hidup adalah cobaan
    apakah anda akan berhasil atau kalah, itu tergantung anda bagaimana cara berbuat.

  22. Kris said

    Pertanyaan “Apa itu hidup” akan sulit terjawab (kalau pun ada jawaban sifatnya cenderung spekulatif apalagi kita menemukan jawaban itu di dalam diri kita). Untuk menjawab pertanyaan “Apa itu hidup?” Menurut saya hanya akan terjawab jika terlebih dahulu kita menjawab pertanyaan “Mengapa kita hidup?” “Siapa yang membuat kita hidup” dan “untuk apa atau untuk siapa kita hidup?” Semoga menemukan jawabannya…

  23. cah edan said

    hidup adalah suatu anugrah yang harus di sukuri….
    hidup ialah :beribadah kepada alloh dan menjalani smua printahnya dan menjauhi smua larangan nya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    • postinus said

      “Life is difficult. Life is a series of problems,” demikian tulis M. Scott Peck dalam bukunya, The Road Less Travelled. Yah…benar, hidup itu sulit. Hidup merupakan deretan masalah. Tetapi, jangan takut. Kata-kata Peck bukan seruan negatif. Bukan juga seruan pesimistis, tetapi seruan kesadaran. Manusia mesti sadar bahwa hidup penuh perjuangan. Seperti filosofi perang Sun Tzu, jika Anda ingin menang dalam perang, maka Anda mesti mengenali kekuatan Anda dan medan serta kekuatan lawan Anda. Jika hanya mengenali salah satunya, kekalahan menanti Anda. Saudara-saudari, itu sebabnya, saya setuju pada lanjutan pemikiran M. Scott Peck, “problems call forth our courage and our wisdom; It’s only because of problems we grow mentally and spiritually.”Saudara-saudara, semua masalah hidup memacu kita untuk memiliki keberanian dan kebijaksanaan; justru berbagai masalah hidup itu, kita semakin bertumbuh secara spiritual-rohaniah.

  24. postinus said

    life is difficult. Life is a series of problems (M. Scott Peck)

  25. erni hendrayani said

    hidup adalah sesuatu untuk di lakukan . apa tujuan hidup? untuk menyempurnakan ahklakul karimah.

    • postinus said

      Setuju Erni. Kita dipanggil menjadi semakin sempurna dan menyempurnakan akhlakul karimah. Marilah kita bersatu mewujudkannya. Sebagai anak bangsa, marilah kita berbakti bagi bangsa dan negara melalui tindakan yang “menyempurnakan” itu. Hari ini, 10 Novemberi, kita memperingati Hari Pahlawan. Kini, kepahlawanan kita tampak dalam usaha dan niat tulus kita “menyempurnakan” akhlakul karimah itu. Selamat malam.

  26. kasno said

    Hidup adalah Masalah, Masalah adalah Ujian dan Hidup itu Ujian
    Perjalanan hidup pastilah tidak akan selama mulus. Dari setiap hembusan nafas yang keluar saat itu juga masalah selalu menghadang. Dari setiap yang kita usahakan juga membawa masalah. Ringan atau berat tergantung kita, karena kitalah yang membuat masalah itu. Misalnya saat saya sedang menulis tulisan ini sebenarnya saya sedang membuat masalah, ketika tulisan ini akan saya publikasikan sayapun sedang membuat masalah. Masalah ini bisa menjadi baik bahkan mungkin juga sebaliknya, tergantung pembacanya.
    Dalam realitas hidup ada orang yang “kaya” dan adapula orang yang “miskin”. Banyak diantara kita memberikan persepsi, kaya itu banyak uang dan miskin itu tidak punya uang, jadi ukuran kaya adalah uang, itulah mata dunia, karena ia materi. Namun diantara milyaran manusia ada sedikit sekali orang yang memberi persepsi bahwa uang bukan ukuran kekayaan. Kekayaan itu adalah rasa syukur, namun lagi-lagi itu juga masalah.
    Pekerjaan yang kita geluti itu penuh dengan masalah, makanan dan minuman yang kita nikmati merupakan bagian dari masalah. Teman yang kita akrabi, istri yang kita gauli, anak yang kita sayangi, orang tua yang kita cintai, kendaraan yang kita miliki dan sekali lagi apa yang ada dalam lingkup hidup kita sehari-hari itu adalah masalah.
    Dalam bahasa inggris masalah disebut problem sedang penyelesaiannya dikatakan solving. Maka saat kita menyelesaikan setiap masalah kita, kita sedang melakukan problem solving. Setiap saat kita melakukan problem solving dengan diri sendiri, orang lain bahkan dengan lingkungan sekitar. Ketika masalah itu kita anggap selesai sebenarnya masalah itu belum selesai.
    Lalu sampai kapan masalah itu berakhir? Sampai mati? Tidak, saat kematian itu datang juga tidak menyelesaikan masalah, malah kematian membawa masalah bagi orang-orang yang masih hidup, itu yang pertama. Yang kedua belum tentu kita bahagia di alam kubur sana (maaf ini khusus bagi yang percaya pada kebahagian atau kesengsaraan alam kubur). Lalu bagaimana agar masalah kita itu selesai saat kematian datang? Gampang aja ko, berusahalah untuk istiqomah sesuai dengan petunjuk arah yang telah disampaikan utusannya tercinta, Muhammad SAW. Lha hal itu jugakan masalah? Yups benar sekali, tapi berusaha untuk istiqomah di jalan-Nya, itukan langkah problem solving, problem solving untuk masa depan yang abadi , masa depan yang membawa pada bahagia (sekali lagi bagi yang percaya). Menuju bahagia itu masalah, namun ketika saat itu kita bahagia maka masalah itu tidak ada lagi.
    Mohon maaf jika sulit dipahami karena ini adalah masalah.

    • postinus said

      Wah…saya kagum Mas Kasno komentar dan opini Anda. Luar biasa! Hebat! Dahsyat. Bagi saya, tulisan Anda di atas, memberi banyak inspirasi bagi saya. Analisis Anda sangat dalam. Setuju Mas. Terima kasih komentar dan kunjungan Anda di blog ini.

      wassalam
      Postinus

  27. yokasa said

    hidup itu awal perjalanan panjang yang fana untuk nanti hidup panjang abadi…

  28. welisa said

    untung manyudahi setia manjalani, you understine

  29. afdal said

    hidup itu seperti air.

  30. hef ni said

    HIDUP adalah MATI
    MATI adalah HIDUP

    HIDUP tapi tidak berguna & bermanfa’at bagi makhluk hidup di sekeliliingnya berarti MATI

    Kayu,Batu,Tanah Adalah benda MATI yang bisa menghasilkan benda hidup seperti lumut,jamur&rumput adalah HIDUP

    Kalau yang mati aja berguna&bermanfa’at bagi yang hidup begitu juga Sebaliknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: