Ditulis oleh postinus di/pada Desember 23, 2007
Judul artikel: Berita IPDN, Melanggar Etika Privasi. Dipublikasikan oleh: Kompas, 14 Juli 2007. Penulis: Atmakusumah Astraatmadja. Peneropong: Postinus Gulö*
Membaca tulisan Bapak Atmakusumah Astraatmadja yang berjudul: “Berita IPDN, Melanggar Etika Privasi” (Kompas, 14/7/2007), saya merasa “terganggu”. Misalnya, dalam kalimat: ”Namun, dalam jurnalisme, informasi seperti “hubungan intim” dan aborsi merupakan masalah privasi sepanjang dalam peristiwa itu tidak terjadi tindakan kekerasan. Dengan kata lain, peristiwa itu bukan kejahatan”. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Teropong Artikel & Buku | Leave a Comment »
Ditulis oleh postinus di/pada Desember 22, 2007
Peneropong: Postinus Gulö. Kategori: Seni-Teater. Judul Naskah: Krapp’s Last Tape (1958). Penulis Naskah: Samauel Beckett. Pernah dipentaskan secara tunggal oleh Tony Broer, di FF-Unpar (18/11/2006). Tony Broer adalah aktor teater dan dosen STSI, Bandung.
Coba Anda bayangkan jika manusia menjadi tidak manusiawi. Ia pantas dilabel- jika ada seseorang yang latah menamparnya – dengan sebuah sinisme: dasar bengis. Teater monolog yang berjudul: Krapp’s Last Tape (Pita Terakhir), karya Samauel Beckett yang lahir pada tanggal 13 April 1906 di Foxrock, County Dublin, Irlandia adalah sebuah deskripsi kebengisan manusia di zaman perang Dunia II. Kala itu, seolah manusia ibarat mesin yang tak punya hati. Jadi, sebenarnya pesan moral teater ini hampir sejalan dengan sindiran Thomas Hobbes: manusia adalah makhluk anti sosial, bagai mesin tak berakal. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Teropong Teater | Leave a Comment »
Ditulis oleh postinus di/pada Desember 21, 2007
Peristiwa hari ini perlu saya tulis. Saya santai. Santai sambil duduk santai. Ternyata dalam kesantaian, saya terkejut mendengar panggilan seorang teman. Ayo ke kampus kita ujian. Seolah saya tak percaya. Saya santai karena saya pikir saya ujian pukul 10.30. Eh benar, sialan. Gue belum belajar nih.
Makanya, lihat jadwal ujian. Nesehatku pada diriku. Ga perlu santai pasif. Santai tapi kreatif dong. Ya. itulah hidupku, ada saat dimana menikmati kesantaian di tengah kesibukan.
Ditulis dalam Life Diary | Leave a Comment »