SIMAK

Gagasan, ide, opini, refleksi, resensi-tinjauan, dan sharing dari Postinus Gulö

  • ..



    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget


    widget

  • Blog Stats

    • 25,277 hits
  • Memaafkan…

    Gimana jika seseorang tidak sadar bahwa ia berbuat salah, sering nyakitin kita? Apakah kita tetap menuntut dia untuk minta maaf? Atau gimana caranya agar terjadi rekonsiliasi? Kayaknya susah memang jika demikian kondisinya. Tapi, seorang teolog, Robert Schreiter mengusulkan: seharusnya kita jangan menunggu pihak yang bersalah meminta maaf. Dan, tidak perlu kita menuntut orang lain minta maaf kalau ia tidak mau minta maaf. Mulailah memaafkan yang lain. Hai, korban, mulailah memaafkan yang lain. Imbuhnya. Saya rasa nasehat beliau ini sangat bijak. Nasehat beliau adalah ungkapan spiritual yang paling dalam. Selama ini, yang terjadi adalah kita sulit memaafkan orang-orang yang telah menyakiti kita. Maka, masalah semakin keruh, situasi semakin mengganas, dan ujung-ujungnya kita "memakan" orang lain. Tidak susah memaafkan jika kita rendah hati. Anda setuju? Manakala Anda mengingat orang yang menyakiti Anda, saat itu Anda dipanggil untuk memaafkannya. Maka, semakin sering Anda mengingat orang yang Anda benci, sesering itu pulalah Anda dipanggil untuk memaafkan.

  • Orang lain adalah neraka?

    "Orang lain adalah neraka" adalah ungkapan pesimisme Sartre, seorang filsuf eksistensialisme yang mencoba menggugat realitas. Tapi, setuju atau tidak, saya mengira jangan-jangan kita yang justru menjadi neraka bagi orang lain. Fenomena dewasa ini cukup melukiskan bahwa manusia telah menjadi penjara, ancaman, bahkan neraka bagi orang lain. Dengarlah radio pasti setiap hari ada yang terbunuh di moncong senjata, belum lagi yang dibunuh melalui aborsi. Coba Anda bayangkan, berapa ribu orang dalam sekejab menjadi mayat. Lantas, kita bertanya, mengapa terjadi semuanya itu. Apa sih yang dimaui manusia itu?
  • Kategori Tulisan

  • Arsip

  • Sahabat Anda Postinus Gulö

  • Halaman

  • Kalender

    Oktober 2009
    S S R K J S M
    « Sep    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • .

  • Mempermainkan Keadilan-Sejarah Indonesia Tak Terlupakan

    Selasa, 3 November 2009. Itulah sejarah Mahkamah Konstitusi yang diketuai Mahfud MD mengukir sejarah baru. Membuka rekaman upaya kriminalisasi terhadap pimpinan KPK Bapak Bibit dan Candra. Rekaman itu diperdengar kepada khalayak umum. Saya termasuk yang penasaran sehingga betah mendengarkan rekaman itu via stasiun TVOne dari jam 11 s/d 16. 05 sore. Sakit..sakit....rekaman itu sungguh merobek-robek rasa keadilan. Ternyata di negeri Indonesia, mafia peradilan masih berkuasa. Aparat penegak hukum seolah sudah diborgol oleh para koruptor! Sejarah ini sejarah Indonesia. Jangan dilupakan.

  • Komentar Pengunjung

    wahyuindrawan di Apa Itu Hidup?
    dede fadillah di Istilah dan Sejarah Meditasi d…
    Postinus di Sikap Positif
    Postinus di “Terima Kasih, Penghinaan…
    OBERLIN ZEBUA di “Terima Kasih, Penghinaan…
    adi di Sikap Positif
    norman di Apa Itu Hidup?
    anto di Bahasa dalam Perspektif Ferdin…
    link di Bahasa dalam Perspektif Ferdin…
    Yohanes AD Purnomo di What is the Meaning of Li…
    Postinus di Karakter Kepemimpinan Kri…
    Yohanes AD Purnomo di Karakter Kepemimpinan Kri…
    yoshimori di Apa Itu Neoliberalisme?
    bambang di Sikap Positif
    michail huda di Apa Itu Neoliberalisme?
  • Top Klik

    • Tidak ada
  • So funny

    zwani.com myspace graphic comments

  • ….

    Saudara Anda, Postinus Gulö, adalah pembuat blog ini. Ia lahir di kampung terpencil, Dangagari, Kecamatan Moro’ö, Pulau Nias. Dalam suka-duka terpaan kesengsaraan ia mampu menyelesaikan Sekolah Dasar-nya di SD Negeri 071084 Dangagari, Pulau Nias. Perjuanganlah yang menghantarnya menyelesaikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di SLTP Negeri 1 Mandrehe, Pulau Nias. Berlayar ke negeri orang bukanlah cita-citanya. Namun, realita menghantarnya ke Sibolga. Di sana ia menyelesaikan Sekolah Menengah Atas di SMU Swasta Santo Fransisukus Aek Tolang, Pandan dan Seminari Menengah St. Petrus Sibolga. Hidup memang bukanlah kebetulan. Tangan Allah selalu menjamah. Tidak pernah terbayangkan. Ia, lalu, menjawab "panggilan" Allah di Pulau Jawa. Tepatnya di Bandung, Jawa Barat. Bergabung ke Ordo Sanctae Crucis Sang Kristus Indonesia. Tahun 2004 s/d 2008 mendalami ilmu filsafat di Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan. Sejak bulan Agustus 2009 mendalami ilmu teologi dan humaniora di Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan. Bapak-Ibu, Saudara-Saudari, salam dalam kasih Tuhan. Ya'ahowu

Arsip untuk Oktober, 2009

Kunci untuk Sukses

Ditulis oleh postinus di/pada Oktober 27, 2009

 Semua orang ingin sukses. Tetapi mereka kurang mengetahui kunci-kuncinya. Saya menemukan beberapa kunci untuk sukses.

Pertama, kepercayaan diri (self-confidence), saya singkat SC saja. SC inilah yang mendorong orang untuk eksploratif, kreatif dan inovatif. Jika seseorang memilki SC yang kuat ia tidak minder akan apa yang ia miliki. Efeknya, ia berani mengonfrontasikan pengetahuan dan tindakannya dengan pengetahuan dan tindakan orang lain. Fenomena yang sering terjadi: kalah sebelum bertanding. Artinya, tidak mau mencoba, malu sama orang lain. Ia melihat orang lain lebih hebat darinya. Ia melihat dirinya tidak punya apa-apa alias rendah diri.

Kedua, inisiatif (sisi psiko-motorik). Inisiatif adalah pintu untuk melangkah. Jika tidak punya inisiatif, maka orang tidak akan berbuat apa-apa untuk masa depannya. Coba perhatikan fenomena dewasa ini, banyak orang yang tidak punya inisiatif. Mereka lebih suka diperintahkan daripada sadar sendiri. Maka, mungkin benar apa yang dikatakan oleh mantan Wakil Presiden, M. Jusuf Kalla: orang Indonesia jangan hanya diajak tapi diperintahkan. Tumpulnya inisiatif bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, pikiran-pikiran yang belum tentu nyata. Misalnya, sebelum bertindak sudah memikirkan kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi. Coba, seandainya yang dipikirkan adalah peluang. Saya rasa kita semakin berinisiatif untuk bertindak banyak hal. Kedua, takut menghadapi tantangan. Menghindar dari tantangan. Bukan mencari kiat menghadapi tantangan. Tantangan-tantangan hidup dibayangkan seperti gunung yang menimpa dirinya. Daud adalah tokoh legendaris yang patut kita contoh. Ketika dia berdoa yang ia minta pada Tuhan bukan agar Tuhan menjauhi tantangan darinya. Akan tetapi, ia minta kearifan, kebijaksanaan agar ia mampu mencari solusi secara bijaksana juga.

 

Ketiga, persiapan. Jika kita memiliki self-confidence dan inisiatif, maka kunci berikutnya adalah persiapan. Persiapan-persiapan sangat dibutuhkan sehingga jika ada “peluang karir” kita sudah punya modal. Persiapan bisa dilakukan melalui latihan, menyerap berbagai macam informasi. Memiliki daya kuriositas (ingin mengetahui banyak hal). Jangan salah, persiapan-persiapan semacam inilah yang membuat kita memiliki SKILL (keahlian), CAPABILITY (kemampuan). Kedua hal ini saya singkat SCA. SCA mendorong kita untuk mencapai keberhasilan-keberhasilan tertentu (achievement). Artinya, Anda tidak pernah bisa mencapai sesuatu tanpa ada usaha untuk mempersiapkan diri. Coba Anda tanya kepada siswa SMA apa cita-cita mereka. Banyak yang menjawab: ingin sukses. Cita-citanya kabur. Setelah itu tanya lagi, apa yang kamu perbuat sehingga kamu sukses. Mereka banyak yang bingung. Artinya, mereka ingin sukses tapi tidak memikirkan bagaimana caranya meraih kesuksesan itu. Hidup adalah ibarat sebuat bangunan. Jika bangunan dirancang dan direncanakan secara matang maka akan kokoh. Biar diterpa badai tantangan tetap berdiri tegak. Sebaliknya, jika sebuah bangunan dirancang dan direncanakan serampangan maka hasilnya gampang lapuk, roboh dan hancur.

 

Keempat, kesempatan (chance). Kesempatan itu ada. Cuma kita kadang sulit menemukannya. Barangkali kalau sudah menemukan, tetapi kita belum siap. Maka kesempatan itu diambil orang lain. Oleh karena itu, jika Anda ingin agar kesempatan tidak raib di depan Anda, persiapkanlah dirimu. Benahilah dirimu dengan berbagai keahlian dan kemampuan, yang tidak didapat di bangku sekolah atau kuliah.

 

Kelima, relasi (relationship). Kunci kelima ini menentukan juga. Kadangkala kita punya keahlian. Akan tetapi, karena kita tidak punya relasi yang baik maka kesempatan itu raib di hadapan kita. Prinsipnya, kita tidak mungkin hidup jika sendiri. Kita membutuhkan peran orang lain. Maka, memperluas jaringan itu akan menggampangkan kita meraih kesempatan emas. Selamat mempraktekkan.

 

By Postinus Gulö

Ditulis dalam Motivasi | Leave a Comment »