SIMAK

Gagasan, ide, opini, refleksi, resensi-tinjauan, dan sharing dari Postinus Gulö

  • ..



    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget


    widget

  • Blog Stats

    • 25,547 hits
  • Memaafkan…

    Gimana jika seseorang tidak sadar bahwa ia berbuat salah, sering nyakitin kita? Apakah kita tetap menuntut dia untuk minta maaf? Atau gimana caranya agar terjadi rekonsiliasi? Kayaknya susah memang jika demikian kondisinya. Tapi, seorang teolog, Robert Schreiter mengusulkan: seharusnya kita jangan menunggu pihak yang bersalah meminta maaf. Dan, tidak perlu kita menuntut orang lain minta maaf kalau ia tidak mau minta maaf. Mulailah memaafkan yang lain. Hai, korban, mulailah memaafkan yang lain. Imbuhnya. Saya rasa nasehat beliau ini sangat bijak. Nasehat beliau adalah ungkapan spiritual yang paling dalam. Selama ini, yang terjadi adalah kita sulit memaafkan orang-orang yang telah menyakiti kita. Maka, masalah semakin keruh, situasi semakin mengganas, dan ujung-ujungnya kita "memakan" orang lain. Tidak susah memaafkan jika kita rendah hati. Anda setuju? Manakala Anda mengingat orang yang menyakiti Anda, saat itu Anda dipanggil untuk memaafkannya. Maka, semakin sering Anda mengingat orang yang Anda benci, sesering itu pulalah Anda dipanggil untuk memaafkan.

  • Orang lain adalah neraka?

    "Orang lain adalah neraka" adalah ungkapan pesimisme Sartre, seorang filsuf eksistensialisme yang mencoba menggugat realitas. Tapi, setuju atau tidak, saya mengira jangan-jangan kita yang justru menjadi neraka bagi orang lain. Fenomena dewasa ini cukup melukiskan bahwa manusia telah menjadi penjara, ancaman, bahkan neraka bagi orang lain. Dengarlah radio pasti setiap hari ada yang terbunuh di moncong senjata, belum lagi yang dibunuh melalui aborsi. Coba Anda bayangkan, berapa ribu orang dalam sekejab menjadi mayat. Lantas, kita bertanya, mengapa terjadi semuanya itu. Apa sih yang dimaui manusia itu?
  • Kategori Tulisan

  • Arsip

  • Sahabat Anda Postinus Gulö

  • Halaman

  • Kalender

    Desember 2009
    S S R K J S M
    « Okt    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • .

Arsip untuk ‘Budaya’ Kategori

Ajaran Konfusianisme Tentang Jen: Suatu Studi Perbandingan dengan Etika Kristiani

Ditulis oleh postinus di/pada Maret 3, 2008

Oleh Postinus Gulõ

Introduksi

Sebelum Konfusius lahir, masyarakat tradisonal Cina mengalami kekacauan: pemerintah menerapkan sistem otoriter dan feodalisme. Selain itu, terjadi perang antara dinasti yang satu dengan dinasti yang lainnya. Jadi, pada era itu banyak orang Cina yang tidak menghargai kehidupan. Era yang mengabaikan perikemanusiaan (jen) semacam inilah yang menjadi titik awal munculnya ajaran Konfusius (551-478/479 B. C) tentang jen. Jen bagi Konfusianisme adalah keutamaan (virtue): “jen is universal love, as the highest virtue, and graded love”.[1] Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Budaya, Kumpulan Tulisan-Opini, Philosophy | 1 Komentar »

Paradigma Masyarakat Cina

Ditulis oleh postinus di/pada Maret 2, 2008

Oleh Postinus Gulö  

Pengantar 

Dalam tulisan ini, saya ingin mengulas : Pertama, (beberapa) paradigma masyarakat Cina berdasarkan film The Hero dan juga berdasarkan beberapa artikel yang saya lampirkan di sini. Kedua, saya memberi komentar terhadap paradigma itu. Paradigma-paradigma Cina yang terdapat dalam kebudayaan Cina dapat kita simak dalam uraian berikut.  Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Budaya, Kumpulan Tulisan-Opini | 2 Komentar »