Oleh Postinus Gulö
Ada seorang murid kelas 3 SMP. Umurnya 15 tahun. Namanya, Belarius. Pernah ia memiliki cerita imajinatif. Cerita tersebut sungguh fantastis sekaligus reflektif. Ceritanya begini. Pada suatu malam, Belarius berdoa kepada Allah. “Allah, Engkau sungguh baik, Maha bijaksana, Pemberi segalanya. Jika umurku sudah genap 21 tahun, saya ingin agar Engkau memberiku pendamping hidup yang paling sempurna, pribadi terbaik. Kabulkanlah doaku ini Allah, Amin.” Belum 5 menit selesai ia berdoa tiba-tiba Allah mengirimkan seorang gadis berparas cantik kepadanya. Belarius kaget. Tangan kedua gadis itu buntung, tidak memiliki tangan. Belarius memberontak dalam hati. “Gadis ini bukan yang terbaik bagiku”. Pemberian Allah tidak sesuai harapan Belarius. “Allah, gadis ini justru menyusahkanku, keluh Belarius dalam hati.”