Ditulis oleh postinus di/pada Maret 16, 2008
Postinus Gulö *
Dalam buku If Aristotle Ran General Motors: The New Soul Business, Tom Morris mengindikasikan (secara implisit) bahwa wisdom adalah gejala baru dalam kultur postmodern. Tren ini mengindikasikan terjadinya konvergensi (titik temu) antara dua gagasan yang berbeda (misalnya spiritualitas vs bisnis, Allah vs Mamon) yang notabene tidak bisa digabungkan oleh Yesus.
Bagi Tom Morris, making money bukanlah kegiatan yang haram seperti yang difatwakan oleh institusi religius. Making money (cari uang) adalah kegiatan sakral: kesempatan untuk memuliakan nama Allah, lahan untuk melayani Allah dan manusia sebagaimana tuntutan Yesus. Lantas, bagaimana caranya? Caranya adalah mesti membawa spiritualitas ke dalam bisnis. Mesti membawa hati nurani ke dalam dunia usaha sehingga tidak terjadi korupsi. Jadi, making money menjadi kegiatan sacral manakala bertujuan memuliakan Allah. Hal inilah yang disebut dengan manajemen berbasis hati nurani. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kumpulan Tulisan-Opini, Philosophy | 1 Komentar »
Ditulis oleh postinus di/pada Maret 16, 2008
Pengantar
Paper ini merupakan hasil analisa dan resume ide-ide Ferdinand Saussure tentang bahasa berdasarkan bukunya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia: Pengantar Linguistik Umum (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1993). Setelah membaca buku tersebut, saya berkesimpulan bahwa bahasa – bagi Saussure – erat-terkait dengan makna. Makna adalah soal relasi differensial. Artinya, makna (dalam tata bahasa) terkait pada kata sebelum dan sesudahnya. Singkatnya, makna adalah urusan internal kalimat (intra-linguistik); makna tidak ada di luar kalimat. Konsekuensi berpikir seperti ini adalah, makna extra-linguistik cenderung diabaikan.
Mengenal Saussure berarti kita mesti mengenal beberapa gagasan yang penting dari beliau. Pertama, langage, langue dan parole. Kedua, sintagmatis dan asosiatif. Ketiga, valensi. Keempat, sinkronik dan diakronik. Kelima, tanda, penanda dan petanda. Keenam, arbitrer (kesemenaan) dan mutlak. Ketujuh, sistem aksara. Gagasan-gagasan beliau inilah yang saya uraikan dan jelaskan dalam paper ini. Selamat membaca!
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Philosophy, Teropong Artikel & Buku | 13 Komentar »
Ditulis oleh postinus di/pada Maret 6, 2008
Tulisan ini saya awali dengan pertanyaan: apa arti sebuah ide, seperti ide tentang Allah, ide tentang keadilan, dan ide tentang kebahagiaan? Bagi William James, “ideas are not solely determined by the social conditions of their time, but also by earlier ideas, or by ideas transferred from different ideological field and different social-economic contexts”, ‘ide-ide itu tidak hanya ditentukan oleh kondisi-kondisi zamannya, tetapi oleh ide-ide sebelumnya atau ide yang berbeda dalam sosial-ekonomi dalam konteks yang berbeda-beda’.
Saya yakin bahwa ide-ide itu ditentukan oleh status atau kedudukan dan golongan sosial (terpelajar atau tidak) dari orang yang mencetuskan dan memperjuangkannya. Misalnya, ide orang kaya dengan ide orang miskin sangat berbeda. Orang kaya cenderung anti Pedagang Kaki Lima (PKL). Dengan alasan: mengakibatkan jalan macet dan bahkan mengganggu pejalan kaki. Lain halnya orang miskin. Mereka malah pro PKL. Dengan alasan, barang-barang ada di sekitar mereka, bisa dijangkau, bisa tawar-menawar. Jadi, seni berbicara dengan sendirinya terpraktekkan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kumpulan Tulisan-Opini, Philosophy | Leave a Comment »
Ditulis oleh postinus di/pada Maret 4, 2008
Oleh Postinus Gulö *
Konon, filsafat pertama kali dicetuskan oleh Pythagoras (582-496 BC). Kala itu, Pythagoras menyebut dirinya sebagai philosophos, “kawan kebijaksanaan”. Itu sebabnya, etimologi filsafat adalah philos berarti cinta, sahabat, kawan. Dan, Sophos (sophia) berarti kebijaksanaan, hikmat, pengetahuan. Jadi, seorang filsuf adalah sahabat, pencinta dan pencari kebijaksanaan. Konsep Pythagoras tentang filsafat perlu kita ketahui bersama. Tujuannya adalah agar kita jangan dan tidak rancu serta salah kaprah memahami apa itu filsafat dan bagaimana kita berfilsafat. Pythagoras mengatakan bahwa hanya Tuhanlah yang memiliki kebijaksanaan sempurna. Dan, Tuhan adalah sumber kebijaksanaan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kumpulan Tulisan-Opini, Philosophy | Leave a Comment »
Ditulis oleh postinus di/pada Maret 4, 2008
Oleh Postinus Gulö *
Pertanyaan what is the meaning of life (apa makna ke-hidup-an) adalah salah satu persoalan pokok filsafat. Pertanyaan ini seolah gampang tetapi sulit dijawab. Pertanyaan macam ini bersinggungan dengan hal yang sublime, beyond (yang melampaui, yang tidak gampangan). Oleh karenanya, tidak berlebihan jika what is the meaning of life saya masukkan dalam kategori “the unthinkable, yet inevitable” (istilah Immanuel Kant), tak terpikirkan atau tidak dimengerti tetapi tidak terelakkan.
Singkat kata, pertanyaan what is the meaning of life sejajar dengan pertanyaan: hidup itu apa, mati itu apa, mengapa ada penderitaan, mengapa Allah membiarkan penderitaan, apakah Allah tidak mampu meniadakan penderitaan manusia, apakah penderitaan itu bermakna, apakah mati itu bermakna? Jika kematian saja bermakna, apalagi hidup pasti bermakna. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kumpulan Tulisan-Opini, Philosophy | 1 Komentar »
Ditulis oleh postinus di/pada Maret 3, 2008
Oleh Postinus Gulö*
Menurut Plato, ada beberapa syarat pengetahuan. Pertama, suatu gagasan layak disebut pengetahuan jika ia dapat dipercaya atau mengandung nilai-nilai yang meyakinkan. Kedua, suatu gagasan disebut pengetahuan jika gagasan itu mengandung kebenaran. Ketiga, suatu gagasan disebut sebagai pengetahuan jika gagasan tersebut dapat dijustifikasi. Keempat, suatu gagasan disebut pengetahuan jika gagasan tersebut no contrary evidences reason (tidak ada alasan yang kontra).
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kumpulan Tulisan-Opini, Philosophy | Leave a Comment »
Ditulis oleh postinus di/pada Maret 3, 2008
Istilah Cina tentang meditasi berasal dari kata chan. Kata chan atau chan’na berasal dari kata sanskerta yakni dhyana. Tidak banyak yang dapat dikatakan tentang Chan karena ajaran ini menekankan bahwa chan tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Chan adalah perbuatan dan hanya dapat dipahami dengan perbuatan bukan penjelasan dengan kata-kata. Walaupun demikian, chan tak dapat dibiarkan tanpa ungkapan. Untuk mengetahuinya, kita harus mengerti sejarah Chan dalam ajaran Cina. Akar chan berasal dari agama Buddha. Ketika Buddha masuk ke Cina pada tahun 334-520 Masehi, terjadi peleburan antara ajaran-ajaran Buddha dengan ajaran-ajaran Cina yang sudah lebih dahulu ada. Chan sebagai cabang agama Buddha sangat berkembang pesat di Cina, dengan banyak menggunakan konsep-konsep ajaran klasik Cina, di antaranya Dao. Para biarawan Buddha mengartikan Dao sebagai jalan menuju nirwana. Pada awal penyebarannya, para Budhis Cina disebut daoren (manusia Dao). Sedangkan pohon Bodhi tempat Sidharta Gautama bersemadi dan mendapat pencerahan disebut Daoshu (pohon Dao). Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kumpulan Tulisan-Opini, Philosophy | 3 Komentar »
Ditulis oleh postinus di/pada Maret 3, 2008
Oleh Postinus Gulõ
Introduksi
Sebelum Konfusius lahir, masyarakat tradisonal Cina mengalami kekacauan: pemerintah menerapkan sistem otoriter dan feodalisme. Selain itu, terjadi perang antara dinasti yang satu dengan dinasti yang lainnya. Jadi, pada era itu banyak orang Cina yang tidak menghargai kehidupan. Era yang mengabaikan perikemanusiaan (jen) semacam inilah yang menjadi titik awal munculnya ajaran Konfusius (551-478/479 B. C) tentang jen. Jen bagi Konfusianisme adalah keutamaan (virtue): “jen is universal love, as the highest virtue, and graded love”.[1] Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Budaya, Kumpulan Tulisan-Opini, Philosophy | 1 Komentar »
Ditulis oleh postinus di/pada Maret 3, 2008
Seni dianggap sebagai sarana pembebasan diri karena beberapa alasan. Pertama, seni melampaui segala logika moral. Seni adalah perkara eksistensial, perkara logika rasa. Kedua, dalam menggeluti kesenian, seorang seniman akan melompati masa-masa dialektis dan dialogis, baik secara eksternal maupun secara internal. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kumpulan Tulisan-Opini, Philosophy | Leave a Comment »