SIMAK

Gagasan, ide, opini, refleksi, resensi-tinjauan, dan sharing dari Postinus Gulö

  • ..



    Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter
    widget


    widget

  • Blog Stats

    • 25,547 hits
  • Memaafkan…

    Gimana jika seseorang tidak sadar bahwa ia berbuat salah, sering nyakitin kita? Apakah kita tetap menuntut dia untuk minta maaf? Atau gimana caranya agar terjadi rekonsiliasi? Kayaknya susah memang jika demikian kondisinya. Tapi, seorang teolog, Robert Schreiter mengusulkan: seharusnya kita jangan menunggu pihak yang bersalah meminta maaf. Dan, tidak perlu kita menuntut orang lain minta maaf kalau ia tidak mau minta maaf. Mulailah memaafkan yang lain. Hai, korban, mulailah memaafkan yang lain. Imbuhnya. Saya rasa nasehat beliau ini sangat bijak. Nasehat beliau adalah ungkapan spiritual yang paling dalam. Selama ini, yang terjadi adalah kita sulit memaafkan orang-orang yang telah menyakiti kita. Maka, masalah semakin keruh, situasi semakin mengganas, dan ujung-ujungnya kita "memakan" orang lain. Tidak susah memaafkan jika kita rendah hati. Anda setuju? Manakala Anda mengingat orang yang menyakiti Anda, saat itu Anda dipanggil untuk memaafkannya. Maka, semakin sering Anda mengingat orang yang Anda benci, sesering itu pulalah Anda dipanggil untuk memaafkan.

  • Orang lain adalah neraka?

    "Orang lain adalah neraka" adalah ungkapan pesimisme Sartre, seorang filsuf eksistensialisme yang mencoba menggugat realitas. Tapi, setuju atau tidak, saya mengira jangan-jangan kita yang justru menjadi neraka bagi orang lain. Fenomena dewasa ini cukup melukiskan bahwa manusia telah menjadi penjara, ancaman, bahkan neraka bagi orang lain. Dengarlah radio pasti setiap hari ada yang terbunuh di moncong senjata, belum lagi yang dibunuh melalui aborsi. Coba Anda bayangkan, berapa ribu orang dalam sekejab menjadi mayat. Lantas, kita bertanya, mengapa terjadi semuanya itu. Apa sih yang dimaui manusia itu?
  • Kategori Tulisan

  • Arsip

  • Sahabat Anda Postinus Gulö

  • Halaman

  • Kalender

    Desember 2009
    S S R K J S M
    « Okt    
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • .

Arsip untuk ‘Teropong Artikel & Buku’ Kategori

Bahasa dalam Perspektif Ferdinand de Saussure

Ditulis oleh postinus di/pada Maret 16, 2008

Pengantar 

Paper ini merupakan hasil analisa dan resume ide-ide Ferdinand Saussure tentang bahasa berdasarkan bukunya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia: Pengantar Linguistik Umum (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1993). Setelah membaca buku tersebut, saya berkesimpulan bahwa bahasa – bagi Saussure – erat-terkait dengan makna. Makna adalah soal relasi differensial. Artinya, makna (dalam tata bahasa) terkait pada kata sebelum dan sesudahnya. Singkatnya, makna adalah urusan internal kalimat (intra-linguistik); makna tidak ada di luar kalimat. Konsekuensi berpikir seperti  ini adalah, makna extra-linguistik cenderung diabaikan.

Mengenal Saussure berarti kita mesti mengenal beberapa gagasan yang penting dari beliau. Pertama, langage, langue dan parole. Kedua, sintagmatis dan asosiatif. Ketiga, valensi. Keempat, sinkronik dan diakronik. Kelima, tanda, penanda dan petanda. Keenam, arbitrer (kesemenaan) dan mutlak. Ketujuh, sistem aksara. Gagasan-gagasan beliau inilah yang saya uraikan dan jelaskan  dalam paper ini. Selamat membaca!

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Philosophy, Teropong Artikel & Buku | 13 Komentar »

Sumbangan Sistem Kekeluargaan Konfusianisme dalam Perekonomian

Ditulis oleh postinus di/pada Januari 14, 2008

Peneropong: Postinus Gulö. Judul artikel: Political Implications of Confucian Familism. Penulis: Antonio L. Rappa & Sor-Hoon Tan. Jurnal&Volume: Asian Philosophy, Vol. 13, Numbers 2/3, July/November 2003. Penerbit: Carfax Publishing, Taylor & Francis Group 

           

Konteks artikel ini adalah perkembangan Cina di Singapura. Dalam artikel ini penulis mau menunjukkan bahwa sistem paham kekeluargaan Konfusianisme cocok dengan visi dan misi KBE (Knowledge-Based Economy), yang sangat membantu perekonomian Singapura ke arah yang lebih baik. Penulis melihat bahwa sistem kekeluargaan Konfusian telah merasuk ke sistem politik keperintahan Cina. Tetapi ada yang janggal: terjadi penyimpangan tafsiran yang menggiring masyarakat Cina pada sistem otoriter yang sebenarnya tidak dikehendaki oleh Konfusius. Dengan kata lain, sistem kekeluargaan yang diidealkan oleh Konfusius telah disalah-artikan atau disalah-tafsirkan. Walaupun ada banyak sub judul dalam artikel ini, tetapi saya mencoba merangkum ide utama penulis dalam uraian-uraian yang saya tampilkan berikut ini

Ideologi dan Paham Kekeluargaan Bagi Cina 

Paham kekeluargaan Cina punya andil dalam perubahan dan pembangunan sosio-ekonomi Cina-Singapura. Keluarga bagi Cina adalah pusat worldview. Oleh karena itu, keluarga menjadi semacam ideologi (=familism). Sistem keluarga Cina dipengaruhi oleh paham kekeluargaan Konfusius. Menurut Olga Lang, orangtua dalam sistem keluarga Cina berkewajiban mengajari anggota keluarganya tentang mekanisme Negara agar mereka bisa menerima ororitas Negara. Lucian Pye melihat bahwa kultur politik Cina menekankan interpendensi antara pemerintah dan keluarga. Karena, dalam masyarakat tradisional Cina, keluarga berperan untuk mengurangi kekacauan dalam institusi-institusi public, orangtua selalu menekankan order sosial dan kesejahteraan setiap anggota keluarga. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Teropong Artikel & Buku | Leave a Comment »

Aborsi: Bukan Tindakan Kejahatan?

Ditulis oleh postinus di/pada Desember 23, 2007

Judul artikel: Berita IPDN, Melanggar Etika Privasi. Dipublikasikan oleh: Kompas, 14 Juli 2007. Penulis: Atmakusumah Astraatmadja. Peneropong: Postinus Gulö*  

Membaca tulisan Bapak Atmakusumah Astraatmadja yang berjudul: “Berita IPDN, Melanggar Etika Privasi” (Kompas, 14/7/2007), saya merasa “terganggu”. Misalnya, dalam kalimat: ”Namun, dalam jurnalisme, informasi seperti “hubungan intim” dan aborsi merupakan masalah privasi sepanjang dalam peristiwa itu tidak terjadi tindakan kekerasan. Dengan kata lain, peristiwa itu bukan kejahatan”.   Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Teropong Artikel & Buku | Leave a Comment »